Merasa Bahagia

17 05 2009

Tadi pulang dari tempat teman, saya merasa kegerahan, karena baru mandi tadi pagi

Jadi saya buru2 mandi, keluar dari kamar tidur hendak ke kamar mandi,

saya turun tangga dan sempat melirirk ke ruang tamu,

disana ada tv plasma ukuran 17, sepertinya ada tayangan yang sangat menarik..

wahh memang tayangan tv betul – betul menarik, ada Mario teguh di Golden Ways,

tapi sayang acaranya tinggal beberapa menit lagi, tapi masih sempat saya melihat ada seorang ibu lagi berdiri mengajukan sebuah pertanyaan,

Ibu itu bertanya ” Bagaimana caranya Tetap merasa Bersyukur di kala kita dalam kesulitan?”

Bagus juga pertanyaan ibu itu, gumamku dalam hati,

Kalau dipikir-pikir bisa aja kalau dalam keadaan sulit Anda melupakan hal2 lain yang bisa Anda syukuri, karena sudah terfokus dan larut dalam masalah yang sedang Anda alami,

Kalau saja seseorang diberikan kekayaan, tanah yang luas, keluarga yang harmonis, mobil mewah,

Menurut Anda sulit ga bagi dia untuk mengucapkan syukur?

Saya pikir hampir semua orang Baik orang yang karakternya kuat dan tangguh ataupun orang yang lemah karakternya kalau diberikan hal2 seperti itu tidak sulit bagi dia untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan,

Akan tetapi manakala orang yang Tangguh dan lemah tadi dihadapkan kepada masalah yang sama

kemungkinan besar orang yang lemah tadi belum tentu masih bisa bersyukur atas apa yang sudah dia miliki, atas apa yang bisa dan patut dia syukuri, yang seharusnya dia syukuri

Apakah kita Tetap mencari hal yang bisa kita syukuri manakala ada masalah yang menimpa?

kalau jawaban Anda juga iya,  Anda adalah orang hebat.. ;)





1st Thing First

20 01 2009

Saya suka menulis apa saja yang terlintas di otak saya, Saya baru saja membaca sebuah artikel dimana Charles Scwahb (Orang terkaya di dunia pada zamannya) bersedia membayar uang seperempat juta dolar atas suatu saran yang dia dapatkan dari seorang konsultan bisnis,

Schwab mendapatkan saran yang sangat singkat, dari konsultan tersebut mengenai cara memanage waktu, Sang konsultan hanya memberi saran; “First Thing First..”

“Maksudnya apa?” Tanya Schwab,

Jawab Sang Konsultan ” Tuliskanlah 6 hal atau beberapa hal yang paling penting yang harus kamu lakukan besok hari, Kemudian Urutkan dan beri nomor dari yang paling penting sampai yang penting yang lain. Besok hari ketika kamu mulai melakukan perkerjaan berdasarkan urutan dari yang paling terpenting, Kerjakan pertama sekali dari urutan yang ke-1, Fokus dan tuntaskan dulu sampai selesai pekerjaan yang ke 1, barulah kemudian kamu bisa berlanjut mengerjakan pekerjaan urutan yang ke-2, dan seterusnya.

Intinya Pekerjaan yang paling utama dulu yang pertama harus dituntaskan sampai selesai tuntas tas tass tassss.

Barulah kita bisa melanjutkan pekerjaan beralih ke pekerjaan yang penting yang lain. Berdasarkan urutan kepentingannya.

Karena berdasarkan Hukum Pareto, 80 % Hasil yang kita peroleh berasal dari 20 % Pekerjaan yang paling penting yang sudah kita selesaikan

Mungkin Anda pernah juga mendengar Cerita tentang Seorang Dosen di bidang Manajemen waktu Suatu hari masuk kuliah membawa ember ke dalam kelas, di depan kelas Dosen ini meletakkan ember di atas meja sehingga semua mahasiswa bisa melihat ember tersebut. Kemudian Sang Dosen memasukkan Batu – batu besar ke dalam ember tersebut, kemudian si dosen bertanya ” Apakah ember ini sudah penuh?
Murid – muridnya serentak menjawab ” sudah pak”
“Belum” Kata Dosennya kemudian dia mengeluarkan beberapa kerikil kecil dari tasnya kemudian memasukkan kerikil – kerikil itu ke dalam ember sembari menggoyang – goyangkannya , kerikil2 itu masuk menelusup diantara batu – batu itu,
kemudian Dosen Bertanya lagi, ” Sekarang sudah penuh?”
“Mungkin belum.. ” jawab mahasiswanya.
Dosen mengeluarkan pasir dari tasnya kemudian memasukkan pasir itu ke dalam ember, sampai ember itu kelihatan penuh,
Terakhir kali Dosen itu mengeluarkan air dari dalam botol dan memasukkan air itu kedalam ember sampai penuh.

Ember itu bisa di ibaratkan waktu, dimana setiap manusia mempunyai ukuran ember yang sama yakni manusia diberikan waktu 24 jam sehari, Bisa dibayangkan bila kita memasukkan pasir dan batu2 kecil duluan ke dalam ember kita sampai penuh, maka tidak bakal ada lagi tempat bagi batu2 besar ( = Hal hal yang paling penting) bagi kita masuk ke dalam ember (= waktu kita). Untuk menggunakan waktu kita, Supaya efektif dan Membuahkan kita hatus memiliki prioritas, Dimana kita harus memasukkan Batu2 besar dulu sehingga batu2 kecil pasir dan air juga bisa masuk menyusul Setelah hal – hal yang paling penting dulu selesai kita tuntaskan.